SHOCK BREAKER DOUBLE ACTION: Anatomi & Evolusi Teknologi



Perkembangan shock breaker terus bergulir. Aplikasi teknologi setelan rebound kemudian merebak. Banyak diproduksi shock yang proses baliknya shock bisa diatur kecepatannya. Setelan rebound ini bisa diatur dengan cara memutar ke arah kiri atau ke arah kanan untuk memperbesar atau memperkecil daya pantulan.  Generasi berikutnya, lahir model shock rebound yang dilengkapi dengan tabung sebagai penyempurna redaman balik.

Oli berfungsi mengembalikan per suspensi yang memantul ketika meredam guncangan. Saat sepeda motor melalui jalan yang tidak rata. Performa shock breaker akan berkurang dengan kian bertambahnya usia pakai organ kendaran tersebut. Senyawa-senyawa di yang dikandung dalam oli akan memisah menjadi buih.

Perpaduan Per, Oli & Gas

Seiring dengan perkembangan waktu, shock breaker pun mengalami evolusi dan perkembangan pula. Tak hanya mengaplikasikan oli sebagai sistem peredam kejutnya. Namun kemudian menerapkan kombinasi gas dan oli. Bahkan yang lebih modern telah menggunkan gas sepenuhnya dalam sistem peredam guncangan.

Inovasi tersebut muncul sebagai salah satu solusi yang muncul dari fenomena munculnya gas dari senyawa oli. Shock breaker kemudian dilengkapi dengan tabung kecil berisi gas di dalamnya.  Tabung berisi gas itu berfungsi untuk mempertahankan tekananan oli agar selalu tenggi, serta mencegah agar oli tidak berubah menjadi gelembung-gelembung gas.

Shock breaker yang menggalikasikan oli dan gas untuk mredam getaran dibedakan menjadi dua. Yaitu Shock breaker hybrid dn shock breaker gas tabung terpisah. Shock breaker hybrid lebih duluan muncul dibandingkan dengan tabung terpisah. Shockbreaker hybrid mengaplikasikan oli dan gas yag bercampur di dalam satu tabung. Sehingga, kinerja yang dihasilkan menlahirkan dua efek kerja. Teknologi oli dan gas ini membuat sohock menjadi lebih empuk ketika berada di titik mati terendah.

Lantas bagaimanan dengn proporsi antara gas dan oli? Menurut Benny Rachmawan selaku kepala R&D PT. Mitra Lestarindo, tiap shock breakermemiliki komposisi yang berlainan. Yang pasti, oli diisikan terlebih dulu ke dalam shock. “Gas yang digunakan adalah Nitrogen. Gas ini bersifat stabil. Sifatnya dan fisiknya tak mudah berubah karena perubahan suhu,” paparnya.

Dari shock breaker hibryd mari kita beralih ke shock breaker tabung terpisah. Shock ini juga disebut sebagai shock breaker double action. Oli dan gas berada dalam wadah yang terpisah. Sehingga menimbulkan 2 cara kerja yang berbedadi dua tempat. Gas Nitrogen ditampung dalam sebuah balon karet yang berada di dalam tabung terpisah. Balon Nitrogen itu bernama bladder.

Blader berfungsi agar proses rebound menjadi sempurna. Sehingga dapat melindungi Anda pada saat berkendara dari guncangan.  Awalnya, sebelum blader diciptakan banyak produsen menggunakan piston yang bekerja untuk memompa dan memberikan tekanan di tabung. Namun ternyata piston mengandung kelemahan. Piston punya daya fisik yang berlebihan. Akibanya dapat membuat tabung menjadi gampang panas.

Probelm tersebut kemudain membuat piston penekan tabung itu berevoleusi menjadi balon yang dibuat dari karet. Balon berisi gasi ini diisi dengan gas Nitrogen. Dijuluki sebagai bladder. Balon yang dibuat dari karet tersebut mampu meminimalkan terjadinya gesekan. Sehingga performa shock breaker menjadi lebih tahan banting dalam kurun waktu yang lebih lama. Karakter bladder yang elastis memberikan tingkat kinerja yang semakin tinggi.

Lantas bagai mana mekanisme kerja shock tersebut? Begini Bro, ketika main shaft atau shock mendapatkan tekanan, oli akan bergerak.Mengalir melalui jalur kecil menuju tabung tambahan, kemudian menekan bladder. Berikutnya, bladder akan mengembalikan tekanan tersebut menuju ke tabung utama.

Double Tube Gas Menjadi Penyempurna

Di dunia balap sepeda motor, shock breaker memeberikan sumbangan sekitar 60-70 % terhadap performa sepeda motor. Persentase lain ditentukan oleh mesin. Shock breaker double tube gas atau DTG menjadi model penyempurnaan dari shock breaker model mybrid.  Teknologi double tube gas, kombinasi special hydrolic oil dan gas nitrogen dipadu double tube diklaim mampu bekerja secara sinergi. Menghasilkan kualitas redaman lebih sempurna. Shock breaker ini juga memiliki performa handling sepeda motor yang lebih mumpuni bila dibandingkan dengan modelshock breaker sebelumnya.  Kelebihan lain yang diberikan yaitu lebih mebut dan lebih awet. Shock ini tidak mudah bocor seperti shock lainnya.